Selasa, 12 Oktober 2010

ALASAN SESEORANG MASUK KEDALAM KELOMPOK

Apa sih alasan-alasan yang mendasari setiap individu untuk masuk ke dalam sebuah kelompok? Mungkin setiap individu mempunyai persepsi masig-masing tentang pertanyaan itu. Tapi disini ada beberapa pendapat para tokoh-tokoh ternama tentang alasan individu masuk ke dalam sebuah kelompok.
v  Menurut Forsyth :
1.    Pemuasan kebutuhan-kebutuhan psikologis
Berkisar sekitar makan,minum,rasa aman,harga diri seseorang, dll.
2.    Meningkatkan ketahanan yang adaptif
Adaptif sendiri berarti mampu menyesuaikan diri dengan alam atau lingkungan sekitar. Dalam hal kelompok kita bisa belajar mandiri didalam kelompok itu sendiri.
3.    Kebutuhan akan informasi
Didalam kelompok tentu lebih banyak informasi yang akan kita peroleh.
v  Menurut Shaw :
1.    Ketertarikan interpersonal
kecenderungan untuk mengevaluasi orang lain dengan penilaian positif secara konsisten
2.    Aktivitas kelompok
Aktivitas yang bisa membuat kita lebih bersosialisasi antar individu, melatih kerjasama tim atau kelompok yang tidak bisa kita lakukan sendiri.
3.    Tujuan Kelompok
Tiap-tiap kelompok pasti mempunyai tujuan yang berbeda masing-masing kelompoknya. Tapi mempunyai tujuan yang sama antar anggota pada setiap kelompoknya.
4.    Keanggotaan kelompok
Keanggotaan kelompok disini biasanya terjalin antara individu yang mempunyai hoby yang sama, tujuan yang sama atau bahkan lingkungan yang saling berdekatan.
5.    Efek instrumental dari keanggotaan kelompok.
kemudahan-kemudahan yang didapat dalam sebuah kelompok.

v  Menurut Robbins (1998) :
1.    Keamanan
Karena kelompok terdiri dari 2 atau lebih orang, pati mempunyai tingkat keamanan yang lebih dibandingkan dengan personal.
2.    Status
Mempunyai status social yang lebih beragam karena terdiri sebagai anggota kelompok tertentu.
3.    Penghargaan diri
Lebih tinggi penghargaan dirinya karena mempunyai jaringan social yang lebih.
4.    Pertalian
Dengan masuknya seseorang kedalam kelompok tertentu, tentu mempererat pertalian antara anggota individu yang satu dengan yang lainnya.
5.    Kekuasaan
Kekuasaan yang akan melatih sifat kepemimpinan setiap individu.
6.    Pencapaian tujuan
Dapat mencapai tujuan adalah kepuasan masal yang didapatkan pada suatu kelompok.

Sumber : Handout Psi.Kelompok Klara Innata Arishanti, S.Psi

FAKTOR TERJADINYA KETERTARIKAN INTERPERSONAL

Salah satu alasan mengapa seseorang masuk ke dalam suatu kelompok yaitu karena adanya Ketertarikan Interpersonal, sebenarnya apa sih definisi tentang ketertarikan interpersonal itu sendiri?
Ketertarikan Interpersonal adalah kecenderungan untuk mengevaluasi orang lain dengan penilaian positif secara konsisten.Jadi, adanya perhatian lebih terhadap sesuatu yang memiliki nilai positif. Misalnya : kita melihat orang lain yang kita tidak kenal, tapi kita menyimpan sebuah perasaan tertarik karena orang tersebut. Contohnya seorang wanita yang melihat seorang pria tampan. Pasti didalam pikiran wanita itu banyak pikiran positif yang menggelayut dipikiran dya. Contoh tersebut juga bisa dikategorikan ke dalam ketertarikan interpersonal.
Ada beberapa Faktor yang menyebabkan terjadinya ketertarikan interpersonal, yaitu :
·         Daya tarik fisik
Ketertarikan pada seseorang seringkali dimulai dengan daya tarik fisiknya terlebih dahulu. Karena factor ini merupakan factor yang muncul pada awal proses ketertarikan interpersonal yang sangat sulit untuk direkayasa.
·         Kedekatan
Ketertarikan interpersonal juga sangat dipengaruhi oleh Kedekatan yang berarti kedekatan karena suatu jarak atau batas lingkungan yang ada. Misalnya terjadi kepada teman kampus, teman kantor, bahkan tidak jarang terjadi  pada tempat-tempat umum yang ramai sampai yang tidak terlalu ramai. Kedekatan ini terjadi biasanya karena lingkungan yang sangat mendukung, intensitas juga berpengaruh dalam factor yang satu ini.
·         Familiar
Familiar atau merasa dekat juga merupakan factor terjadinya ketertarikan interpersonal. Terjadi umumnya disebabkan karena adanya intensitas pertemuan yang lebih sering.
·         Kemiripan
Kemiripan tidak jarang dihubungkan dengan ketertarikan interpersonal, erat kaitannya dengan memory setiap individu yang biasanya berkaitan dengan significan other atau orang yang dianggap penting oleh setiap indiviu.
·         Social reward
Individu cenderung akan mengulang perilakunya apabila mendapatkan keuntungan ataupun penghargaan dari perilakunya tersebut. Oleh karena itu, halini juga menjadi factor timbulnya ketertarikan interpersonal.

Tautan :

Rabu, 06 Oktober 2010

Karakteristik umum kelompok


Faktor Situasional : Karakteristik Kelompok
1. Ukuran kelompok efektif : 5 orang (Hare, 1952)
2. Jaringan komunikasi
Jaringan komunikasi adalah saluran yang digunakan untuk meneruskan pesan dari satu orng ke orang lain
            Terdiri dari 4, yaitu :
·        Jaringan komunikasi Roda
Jaringan roda mempunyai pemimpin yang jelas, yaitu posisinya di pusat. Orang ini merupakan satu-satunya yang dapat mengirim dan menerima pesan dari semua anggota. Oleh karena itu, jika seorang anggota ini berkomunikasi dengan anggota lain, maka pesannya harus disampaikan melalui pemimpinnya.
·        Jaringan komunikasi Lingkaran
Jaringan lingkaran tidak memiliki pemimpin, semua anggota posisinya sama. Mereka memiliki wewenang atau kekuatan yang sama untuk mempengaruhi kelompok. Setiap anggota bisa berkomunikasi dengan dua anggota lain di sisinya.
·        Jaringan komunikasi Y
Jaringan Y relatif kurang tersentralisasi dibanding Karakteristik Individu dan Perilaku Komunikasi dengan struktur roda, tetapi lebih tersentralisasi dibanding dengan poia lainnya. Pada struktur Y juga terdapat pemimpin yang jelas . tetapi semua anggota lain berperan sebagai pemimpin kedua. Anggota ini dapat menngirimkan dan menerima pesan dari dua orang lainnya. Ketiga anggota lainnya komunikasinya terbatas hanya dengan satu orang lainnya.
·        Jaringan komunikasi Rantai
Jaringan rantai sama Jaringan struktur lingkaran, kecuali orang yang paling ujung hanya dapat berkomunikasi dengan satu orang saja. Keadaan terpusat juga terdapat disini. Orang yang berada di posisi tengah lebih berperan sebagai pemimpin daripada mereka yang berada di posisi lain.
·        Jaringan Semua Saluran atau Bintang
Jaringan semua saluran atau pola bintang hampir sama dengan Jaringan lingkaran, dalam arti semua anggota adalah sama dan semuanya memiliki kekuatan yang sama untuk mempengaruhi anggota lainnya.  

 Kohesi kelompok, yaitu kekuatan yang mendorong anggota kelompok
untuk tetap tinggal dalam kelompok dan mencegahnya meninggalkan
kelompok (Collins & Raven, 1964)
Menurut Mc David & Harori (1964), kohesi kelompok diukur dari :
ketertarikan satu sama lain secara interpersonal
ketertarikan anggota pada kegiatan dan fungsi kelompok
sejauh mana anggota tertarik pada kelompok sebagai alat pemuas
kebutuhan anggotanya
4. Kepemimpinan yaitu komunikasi yang secara positif mempengaruhi
kelompok untuk bergerak ke arah tujuan kelompok (Cragan & Wright,
1980)
Faktor Personal : Karakteristik Anggota Kelompok
Menurut (Cragan & Wright, 1980) 2 dimensi interpersonal, yaitu :
1. Proses interpersonal : keterbukaan, percaya, simpati
2. Kebutuhan interpersonal William C Schultz (FIRO) : inklusi, kontrol,
Afeksi.

Sumber :
·         Klara Innata Arishanti, 2005
·         http://heru07.blogspot.com/2009/01/pola-jaringan-komunikasi-pada-kelompok.html

STUDI LAPANGAN


Pada tulisan kali ini saya akan coba membahas tentang pendekatan empiris tentang kelompok yaitu pendekatan empiris field study.
Kata empiris menunjukkan informasi yang diperoleh melalui observasi, pengalaman, atau percobaan. Sebuah konsep sentral dalam ilmu pengetahuan dan metode ilmiah adalah bahwa semua bukti harus empiris, atau berbasis empiris, yaitu, bergantung pada bukti atau konsekuensi yang diamati oleh indera.
Sebuah studi lapangan adalah istilah yang digunakan oleh naturalis untuk ilmiah studi mahluk hidup yang hidup bebas di mana subjek yang diamati dalam alam mereka habitat , tanpa mengubah, merusak, atau material mengubah pengaturan atau perilaku dari mahluk hidup yang diteliti.
Studi lapangan merupakan bagian tak terpisahkan dari ilmu biologi  Ini membantu untuk mengungkapkan kebiasaan dan habitat berbagai organisme hadir dalam lingkungan alam mereka.
Jadi field study itu merupakan salah satu bagian dari pendekatan empiris yang menitik beratkan pada pentingnya melakukan studi lapangan atau observasi secara langsung tentang subjek yang akan kita teliti lebih lanjut. Studi lapangan juga sangat erat kaitannya dengan ilmu biologi karena didalamnya kita dapat meneliti manusia dan hewan bukan hanya dari luarnya saja tetapi dari dalam dan luar lingkungan subjek.
Apakah kaitannya antara studi lapangan pada kelompok?
Didalam kelompok, tidak hanya terdiri dari 1 orang atau individu. Didalamnya terdiri lebih dari 2 orang yang memiliki latar belakang dan kepribadian yang berbeda-beda bahkan tidak jarang saling bertolak belakang. Dengan studi kasus tentang kelompok ini kita dapat meneliti secara langsung tentang apa saja yang ada didalam ataupun diluar dari individu ataupun kesatuan dari setiap kelompok yang akan kita teliti.


teori produktivitas - teori prestasi

Teori Prestasi Kelompok (Theoryof Group Achievement)

Teori Prestasi kelompok atau yang lebih sering kita dengar yaitu teori produktivitas kelompok  dikemukakan oleh Stogdill pada tahun 1959. Stogdill menganggap bahwa teori-teori tentang kelompok pada umumnya didasarkan pada konsep tentang interaksi yang memiliki kelemahan teoritis tertentu. Maka dari itu, Stogdill mengajukan teori produktivitas  kelompok. Teori yang dikemukakan oleh Stogdill ini, menyertakan masukan (input), variabel media, dan prestasi (output) dari suatu kelompok. Teori ini merupakan hasil pengembangan dari teori-teori sebelumnya yang tergolong dalam tiga orientasi yang berbeda, seperti : orientasi penguat (teori-teori belajar), orientasi lapangan (teori-teori tentang interaksi), dan orientasi kognitif (teori-teori tentang harapan).

Asumsi dasar dari teori ini adalah proses terjadinya dalam kelompok dimana dimuiai dari masukan ke keluaran melalui variabel-variabel media. Dalam teori ini akan terdapat umpan balik (feed-back). Berikut ini adalah penjabaran teori prestasi yang terbagi atas beberapa faktor yang mempengaruhi suatu kelompok, yaitu :
a.Masukan dari anggota Masukan dari anggota merupakan sumber input.
Menurut Stogdill, kelompok adalah suatu sistem interaksi yang terbuka. Struktur dan kelangsungan sistem sangat bergantung pada tindakan-tindakan anggota dan hubungan antara anggota. Ada tiga elemen penting yang termasuk dalam masukan anggota, yaitu : interaksi sosial (menyatakan suatu hubungan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih, interaksi ini terdiri atas aksi dan reaksi antara anggota-anggota kelompok yang berinteraksi); hasil perbuatan (bagian dari suatu interaksi yang dapat diaplikasikan dalam bentuk kerja sama, berencana, menilai, berkomunikasi, membuat kepetusan); dan harapan (kesediaan untuk mendapatkan suatu penguat, fungsi dari harapan ini adalah sebagai dorongan (drive), perkiraan tentang menyenangkan atau tidaknya dasil, dan perkiraan tentang kemungkinan hasil itu akan benar-benar terjadi).
b. Variabel media
Variabel media menjelaskan mengenai beroperasi dan berfungsinya suatu kelompok. Elemen-elemen yang ada di dalamnya, yaitu : struktur formal (struktur formal mencakup fungsi dan status dimana kelompok terdiri atas individu-individu yang masing-masingmembawa harapan dan perbuatannya sendiri) dan struktur peran (struktur peran mencakup tanggung jawab dan otoritas dimana individu yang menduduki posisi tertentu hampir tidak berpengaruh pada status dan fungsi posisi tersebut).
c. Prestasi kelompok
Prestasi kelompok merupakan output atau tujuan dari kelompok. Ada tiga unsur yang menentukan prestasi kelompok, yaitu : produktivitas (derajat perubahan harapan tentang nilai-nilai yang dihasilkan oleh perilaku kelompok), moral (derajat kebebasan dari hambatan-hambatan dalam kerja kelompok menuju tujuannya), dan kesatuan (tingkat kemampuan kelompok untuk mempertahankan struktur dan mekanisme operasinya dalam kondisi yang penuh tekanan atau yang sering kita dengar stress.

Teori Prestasi / Produktivitas Kelompok (Stogdill, 1956)
Dikembangkan dari 3 teori yang berbeda orientasi :
a. orientasi penguat teori-teori tentang belajar
b. orientasi lapangan teori-teori tentang interaksi
c. orientasi kognitif teori-teori tentang harapan

 Karakteristik Kelompok

Karakteristik kelompok (Sorsyth, 1979), yaitu:
1. Interaksi fisik, verbal, nonverbal, emosional
2. Struktur pola hubungan yang stabil diantara anggota
·         Role yang telah diharapkan dan seseorang yang telah menduduki
·         Norma : aturan yang mengidentifikasi atau mendeskripsikan perilaku
yang tepat
·         Relasi antar anggota
3. Tujuan
·         Intrinsik
·         Ekstrinsik (tujuan bersama)
- faktor pemersatu paling kuat (ex: olah raga)
- memotivasi perilaku tertentu sehingga tujuan tercapai
4. Groupness entitavity (kesatuan) : tingkat dimana kesatuan kekuatan
tunggal menyatu
5. Ketergantungan dinamis

Sumber :

apa sih teori sintalitas kelompok ??


Teori Sintalitas Kelompok (Group Syntality Theory
Pencipta dan Sejarah Teori
Teori Sintalitas Kelompok merupakan perkembangan dari proses komunikasi dari suatu kelompok. Teori ini dikembangkan oleh Cattell pada tahun 1948. Cattell berpendapat bahwa untuk dapat membuat perkiraan-perkiraan ilmiah yang tepat, segala sesuatu harus dapat diuraikan, diukur, dan diklasifikasikan dengan tepat dan cermat.
Dalam teori sintalitas ini, Cattell menjelaskan bahwa dalam suatu kelompok diwajibkan memiliki kepribadian yang dapat dipelajari oleh anggota-angota kelompoknya . Dengan alasan ini, Cattell dalam teorinya dapat dikatakan sebagai pengembang Psikologi yang dinamakan Psikologi Kepribadian Kelompok.
Asumsi Dasar dan Uraian Teori
Asumsi dasar dari teori ini merupakan asal kata dari sintalitas (syntality) yang digunakan oleh Cattell untuk menunjukkan “kepribadian kelompok” yang mencankup kebersamaan, dinamika, temperamen, dan kemampuan kelompok.
Dasar-dasar pendapat yang dikemukakan oleh Cattell dipengaruhi oleh pandangan McDougall (1920) tentang kelompok, yaitu :
·         Perilaku dan struktur yang khas dari suatu kelompok akan tetap ada walaupun anggota-anggotanya berganti-ganti.
·         Pengalaman-pengalaman kelompok direkam dalam ingatan didalam memory kita sebagai manusia.
·         Kelompok menunjukkan adanya dorongan-dorongan.
·         Kelompok mampu berespon secara keseluruhan terhadap suatu rangsang yang tertuju pada salah satu bagiannya.
·         Kelompok menunjukkan emosi yang bervariasi antara yang satu dengan yang laiinnya.
·         Kelompok menunjukkan adanya pertimbangan-pertimbangan kolektif (bersama).
Cattell mengemukakan setidaknya membutuhkan tiga aspek dalam suatu kelompok, yang terdiri atas : sifat-sifat sintalitas yaitu pengaruh dari adanya kelompok sebagai keseluruhan, baik terhadap kelompok lain maupun terhadap lingkungan; sifat-sifat struktur kelompok yaitu hubungan yang tercipta antara anggota kelompok, perilaku-perilaku di dalam kelompok, dan pola organisasi kelompok; dan sifat-sifat populasi yaitu sifat rata-rata dari anggota-anggota kelompok. Hubungan dari ketiga panel ini adalah saling ketergantungan.
Selain dari tiga aspek diatas , Cattell juga menyatakan adanya dua aspek penting pada kelompok, yaitu : eksistensi kelompok tergantung pada kebutuhan individu anggotanya dan kelompok-kelompok biasanya saling tumpang tindih.
Jadi, menurut beberapa sumber yang saya peroleh, pengertian dari sintalitas menurut Cattell :
Cattell (1948-1951), sintalitas adalah kepribadian yang khusus digunakan untuk mempelajaricara menguraikan dan mengukur sifat-sifat dan perilaku kelompok. Cattell mengemukakan bahwa eksistensi suatu kelompok dapat memenuhi kebutuhan individu jika sebuah kelompok tidak dapat lagi memenuhi kebutuhan anggota-anggotanya.

Jumat, 01 Oktober 2010

Dinamika Kelompok

Kelompok adalah Sekelompok orang yang terdiri dari 2 ataupun lebih individu yang saling berinteraksi, mempunyai tujuan yang sama. Apa sih sebenarnya yang membuat kita untuk hidup saling berkelompok? Jawabannya sangat simple, Karena kita adalah mahluk social yang membutuhkan orang lain untuk kelangsungan hidup kita ke depannya.

Kelompok biasanya didasari atas kecocokan antara satu individu dengan indivvidu lain, keterkaitan itu bias terjadi karena banyak hal. Misalnya : Persepsi yang sama, Bisa saling memotivasi antara yang satu dan yang lainnya, memiliki tujuan yang sama, dsb.

Didalam kelompok, kita sering mendengar tentang dinamika kelompok. Disini saya akan coba membahasnya secara singkat :

Dinamika kelompok. Berasal dari 2 kata yaitu Dinamika yang berarti interaksi, sedangkan Kelompok yang berarti kumpulan individu yang terdiri dari 2 atau lebih orang yang mempunyai tujuan yang sama. Jadi, Dinamika Kelompok adalah Sekelompok orang yang terdiri dari 2 ataupun lebih individu yang saling berinteraksi, mempunyai tujuan yang sama yang berada dalam suatu situasi dan kondisi tertentu. Dinamika kelompok sebenarnya adalah bagian dari ilmu pengetahuan sosial yang lebih menekankan perhatiannya pada interaksi manusia dalam kelompok yang kecil. Dari yang  pernah saya ketahui, istilah dinamika kelompok ini disebut juga dengan proses-proses kelompok (group processes). Proses kelompok juga merupakan hal yang penting diketahui dalam usaha pencapaian hasil kerja kelompok yang optimal. Ada beberapa keuntungan yang diperoleh dengan mempelajari proses-proses yang terjadi dalam kelompok, antara lain dapat diketahui sudah sejauh mana kelompok ini berfungsi, alternatif-alternatif strategi yang dapat diambil dalam upaya perbaikan kerja kelompok.

Dan inilah beberapa fungsi  dari dinamika kelompok, diantaranya :
·         Meringankan pekerjaan
·         Memperbanyak teman
·         Mengeratkan tali silaturrahmi
·         Melatih kerjasama
·         Mengatasi masalah lebih mudah
·         Menghemat waktu
·         Meringankan fikiran
·         Menghemat tenaga
·         Dll.