Rabu, 20 Oktober 2010

Massa Pasif dan Massa Aktif

Massa aktif dan Massa Pasif (Park dan Burges)

Massa aktif yang disebut dengan mob terbentuk karena telah adanya tindakan-tindakan nyata, misalnya demonstrasi, perkelahian massal, dsb.
Menurut Mc Laughlin, paling tidak ada 3 kondisi yang melatarbelakangi, yaitu:
adanya problem yang cukup serius
upaya penyelesaian problem yang tertunda
adanya keyakinan dalam kelompok massa bahwa problem harus diselesaikan

Faktor-faktor yang menyebabkan massa aktif :

perasaan tidak puas
bertukar pikiran ide baru perbuatan yang selalu diulang jika sudah matang ‘massa’
tekanan jiwa masyarakat
memuncak dan meledak



Massa pasif yang disebut dengan audience adalah kumpulan orang-orang yang belum melakukan tindakan nyata, misalnya orang-orang berkumpul untuk mendengarkan ceramah, menonton sepakbola, dll


Sumber : Handout Psi.Kelompok Klara Innata Arishanti, S.Psi

Selasa, 19 Oktober 2010

Teori Mennicke 1948


Menurut Mennicke, 1948 :

Massa Abstrak adalah sekumpulan orang-orang yang sama sekali belum
terikat satu kesatuan, norma, motif maupun tujuan.
Alasan timbulnya massa abstak,yaitul :
adanya kejadian yang menarik
individu mendapat ancaman
kebutuhan individu yang tidak terpenuhi

Sedangkan, Massa Kongkrit adalah massa yang mempunyai ciri-ciri:
adanya kesatuan antara pikiran dan sikap
adanya ikatan batin dan persamaan norma
ada struktur yang jelas
bersifat dinamis dan emosional, sifat massa jelas

Antara Massa Abstrak Massa Kongkret memiliki pervbedaan yang signifikan, misalnya saja pada Massa Abstrak itu memiliki kekhususan yaitu Ego pribadi yang sangat kuat,sedangkan pada Massa kongkret Ego massa yang lebih berpengaruh.

Dalam Massa Abstrak Tercermin dalam diri pemimpin yang kokoh,Sedangkan Massa Kongkret Kepentingan masih kritis, masih kongkret dengan kepentingan massa itu sendiri.

Antara masssa abstrak dan massa kongkrit kadang-kadang mempunyai hubungan, dalam arti bahwa masa abstrak dapat berkembang atau berubah menjadi massa yang kongkrit dan sebaliknya masa kongkrit dapat berubah menjadi massa abstrak. Tetapi ada kalanya masa abstrak bubar tanpa adanya bekas. Mungkin itu terjadi karena terlalu mendominasi dengan kepentingan individualis daripada massanya.


Sumber : Handout Psi.Kelompok Klara Innata Arishanti, S.Psi

definisi psikologi massa


Sebelum kita lebih mendalami apa itu Psikologi massa, kita juga harus mengetahui lebih dahulu tentang Psikologi dan massa itu sendiri.

Psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno: "ψυχή" (Psychē yang berarti jiwa) dan "-λογία" (-logia yang artinya ilmu) sehingga secara etimologis, psikologi dapat diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang jiwa manusia atau sama dengan Ilmu yang mempelajari tentang manusia yang berkaitan dengan lingkungannya.

Sedangkan Massa adalah sekumpulan banyak orang (ratusan/ribuan) yang
berkumpul dalam suatu kegiatan yang bersifat sementara.

 Jadi,Psikologi Massa
·         Psikologi massa adalah studi mengenai tingkah laku banyak orang atau kumpulan manusia mengenai kelompok-kelompok yang terorganisir dengan longgar sekali (Kamus Lengkap Psikologi).
·         Psikologi massa adalah psikologi yang khusus mempelajari perilaku manusia dalam loosely organized group (Chaplin, 1972).
·         Psikologi massa adalah studi tentang perilaku kelompok, pola pikir massa menarik kenyamanan dari kenyataan bahwa semuanya baik-baik saja karena mayoritas mendukung sudut pandang yang ada.


Sumber : Handout Psi.Kelompok Klara Innata Arishanti, S.Psi

Sabtu, 16 Oktober 2010

ORGANISASI


Organisasi. Mungkin kata itu sering kali kita dengar bahkan kita juga terjun langsung didalamnya. Namun apakan sebenarnya Organisasi itu?
Organisasi  berasal dari bahasa yunani yaitu ργανον atau organon yang berarti alat maksudnya adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah yang mempunyai  tujuan bersama. Tujuan itu bisa terbentuk dari berbagai jenis aspek yang mendasari Pikiran, Tenaga, Pikiran dan tenaga, Keahlian, Barang,ataupun Uang.
Sedangkan Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi (organizational studies), perilaku organisasi (organizational behaviour), atau analisa organisasi (organization analysis).
Organisasi itu sendiri bisa diterapkan dari berbagai macam disiplin ilmu yang ada, misalnya psikologi, politik, managemen, dll. Bisa kita lihat dari situ bahwa organisasi juga mempunyai kedudukan yang penting dalam berbagai aspek dalam kehidupan manusia selaku mahluk social.
Organisasi juga ada bermacam-macam bentuk, misalnya : Organisasi politik, Organisasi sosial, Organisasi mahasiswa, Organisasi olahraga, Organisasi sekolah, Organisasi negara dan masih banyak lagi bentuk-bentuk organisasi yang ada di sekitar kita.
Sedangkan Menuruth Keith Davis ada tiga unsur penting partisipasi  :
  1. Unsur pertama, bahwa partisipasi atau keikutsertaan sesungguhnya merupakan suatu keterlibatan mental dan perasaan, lebih daripada semata-mata atau hanya keterlibatan secara jasmaniah.
  2. Unsur kedua adalah kesediaan memberi sesuatu sumbangan kepada usaha mencapai tujuan kelompok. Ini berarti, bahwa terdapat rasa senang, kesukarelaan untuk membantu kelompok.
  3. Unsur ketiga adalah unsur tanggung jawab. Unsur tersebut merupakan segi yang menonjol dari rasa menjadi anggota. Hal ini diakui sebagai anggota artinya ada rasa “sense of belongingness”

 Tautan : http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi

Kamis, 14 Oktober 2010

JENIS-JENIS KELOMPOK

4 jenis kelompok yang penting untuk kita ketahui, yaitu :

1.    Dyad
kelompok yang terdiri dari 2 orang,yang mana didalamnya terdapat aktivitas dimana anggotanya dipasangkan dengan satu sama lain untuk mendiskusikan persoalan-persoalan atau untuk menyelesaikan suatu tugas.

2.    Kelompok kecil
kelompok primer dimana terjadi face to face, saling tergantung, ada identitas kelompok yang sangat kuat atau dengan kata lain kelompok yang terdiri dari sekumpulan perorangan jumlahnya cukup kecil sehingga semua anggota bisa berkomunikasi dengan mudah sebagai pengirim dan penerima.

3.    Organisasi
sekumpulan orang yang mempunyai tujuan yang sama dan struktur yang sangat jelas.

4.    Massa
Jenis kelompok yang satu ini memiliki karakteristik tersendiri, yaitu : sifat temporer, mempunyai tujuan yang sama, tidak berstruktur



Sumber :  Handout Psi.Kelompok Klara Innata Arishanti, S.Psi