Sabtu, 23 Oktober 2010

Contoh Massa Aktif


Dibawah ini terdapat sebuah Artikel berita yang merupakan salah satu contoh dari massa Aktif. Semoga dengan Artikel ini kita bisa lebih memahami dan mengerti tentang Apa itu Massa Aktif.

Tafsir: Pemikiran Muhammadiyah Bakal Lebih Progresif
Rabu, 7 Juli 2010 19:33 WIB | Peristiwa | Pendidikan/Agama | Dibaca 719 kali
Tafsir: Pemikiran Muhammadiyah Bakal Lebih Progresif
Din Syamsuddin (lima kanan), Malik Fajar (empat kanan), Bambang Soedibyo (dua kiri), Yunahar ilyas (lima kiri) dan calon ketua umum lainnya pada saat penetapan 13 calon ketua umum PP Muhammadiyah di sidang pleno Muktamar Muhammadiyah, Yogyakarta, Rabu (7/7). (ANTARA/Regina Safri)

Semarang (ANTARA News) - Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Tafsir, memperkirakan persyarikatan ini dalam lima tahun ke depan bisa menghasilkan pemikiran yang lebih progresif karena dua orang dari 13 anggota terpilih pimpinan pusat dikenal sebagai sosok berpikiran maju.

Tafsir ketika dihubungi dari Semarang, Rabu mengatakan, Abdul Mu`ti dan Syafiq Mughni yang masuk dalam 13 anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah selama ini dikenal sebagai tokoh berpikiran progresif sehingga kiprahnya nanti akan mewarnai gerak Muhammadiyah.

"Sebagian besar dari 13 anggota PP Muhammadiyah memang wajah lama, namun karakter Muhammadiyah lima tahun mendatang akan lebih progresif dalam pemikiran dan gerakan pembaruan," kata Tafsir yang juga dosen IAIN Walisongo Semarang.

Ia menambahkan, memang ada sosok yang terpilih karena dia rajin turun ke bawah membina umat di akar rumput, bukan karena dia memiliki kelebihan intelektual.

Menurut dia, 13 orang yang terpilih menjadi anggota pimpinan pusat dalam Muktamar ke-46 Muhammadiyah di Yogyakarta ini memang belum ideal. "Namun keliru bila menilai pengurus periode 2010-2015 itu tidak akan melahirkan pemikiran dan gerakan pembaruan di masa mendatang," katanya.

Ia menyebutkan, tokoh-tokoh berpikiran progresif, seperti Abdul Munir Mulkhan dan Amien Abdullah, dalam muktamar juga masih memperoleh dukungan dan masuk 39 calon terpilih meski kandas dalam pemilihan 13 anggota PP Muhammadiyah.

Oleh karena itu, katanya, terpilihnya kembali Din Syamsudin menjadi Ketua Umum Muhammadiyah periode 2010-2015 tidak bisa ditafsirkan sebagai tetap bersemayamnya konservatisme di persyarikatan ini, sebab sejumlah tokoh berpikiran progresif terpilih menjadi anggota PP Muhammadiyah.

Ia mengatakan, Din kembali terpilih karena dia dinilai sukses membawa Muhammadiyah dalam kancah pergaulan internasional sehingga persyarikatan ini bisa memainkan peran sosial yang lebih luas.

Selain itu, katanya, sikap kritis Din terhadap pemerintah selama ini juga justru semakin menunjukkan kemandirian ormas ini.

Namun, menurut Tafsir, sikap kritis Din Syamsudin terhadap kekuasaan di masa mendatang diperkirakan agak melunak, sebab dalam PP itu ada anggota yang disegani Din, yakni Abdul Malik Fadjar.

"Din Syamsudin tetap akan kritis terhadap pemerintah, namun tidak akan segalak dulu. Keberadaan Malik Fadjar akan menjadi rem bagi Din," katanya. (A030/K004)

Kondisi Psikologis yang terjadi pada Individu dalam Massa


Seperti apakah Kondisi Individu didalam Massa?
Ada pendapat beberapa tokoh mengenai hal tersebut:
·         Gustav Lee Bon
Menurutnya Didalam Massa, terdapat bentuk psikologis tersendiri, Seseorang yang bergabung didalamnya akan berbuat sesuatu yang tidak akan ia perbuat apabila ia tidak bergabung didalam Massa. Jadi, Massa membuat keterkaitan tersendiri didalamnya yang membuat setiap individu dapat larut didalamnya bahkan bisa sampsi kehilangan pemikiran kritisnya. Gustav juga mengungkapkan adanya Mental Unity atau Law Mental Unity didalam massa.

·         Durkheim
Berbeda dengan Gustav Lee Bon, Durkheim mengungkapkan adanya Individual Mind yaitu pemikiranyang berasal dari setiap individu dan Collective Mind Antara yaitu pemikiran yang ada dalam kelompok atau pemikiran bersama  yang satu dan yang lainnya.

·         Allport
Allport tidak menetujui pendapat Durkheim tentang adanya Collective Mind didalam Massa, ia berpendapat bahwa didalam pemikiran adanya Conformity atau Kesamaan yang tidak hanya ada dalam hal berfikir dan kepercayaan, tapi ada didalam perasaan (feeling) dan ada dalam perbuatan yang tampak (overt behaviour).

Sumber : Handout Psi.Kelompok Klara Innata Arishanti, S.Psi

Individu dalam Massa


Sebetulnya bagaimana sih individu didalam Massa?
Berikut sedikit penjelasannya:

·         Terkadang Individu didalam massa akan Kehilangan kepribadian yang sadar dan rasional, tindakan kasar dan irasional, menurut secar bahkan bisa  membabi buta pada pemimpinnya.
·         Bisa juga Melakukan hal-hal yang berlawanan dengan kebiasaan bahkan bisa terjadinya agresi

Adapun Teori frustasi-agresi Oleh Fuller-Miller, yang mengungkapkan :
·         agresivitas merupakan cerminan dari frustasi yang dirasakan oleh massa
·         kuat lemahnya tergantung besar kecilnya hambatan dalam mencapai tujuan tersebut

Sedangkan Menurut Sidis :
·         individu dalam massa akan terkena hipnotis bentuk ringan sehingga pertimbangan kritis hilang. Jadi ketika seseorang dalam massa kehilangan pemikiran kritisnya karena telah terpengaruh didalam massa.


Sumber : Handout Psi.Kelompok Klara Innata Arishanti, S.Psi

Proses Dinamika Gerakan Massa


Dari sumber yang saya dapatkan, terdapat beberapa proses dinamika didalam Gerakan Massa, berikut ini penjelasannya :

1.      Pemusatan perhatian
Pemusatan perhatian disini yang berarti bahwa pada setiap gerakan massa diperlukan pemusatan perhatian kepada tujuan ataupun kesamaan visi antar anggota untuk melaksanakan dinamika gerakan massa.

2.      Penciptaan suasana kebersamaan
Suasana yang dibangun memiliki andil tersendiri dalam proses gerakan massa itu sendiri,karena suasana kebersamaan merupakan fondasi untuk terjalinnya gerakan massa kedepannya yang selaras.

3.      Pusat rasa kagum dan perasaan berada pada suatu massa
Setiap anggotanya memiliki rasa kekaguman yang berbeda pada tiap individunya pada gerakan masa yang akan membuat gerakan massa itu semakin baik.

4.      Pemimpin membayar massa kemana aktivitas akan massa akan dituju
Proses ini yang biasa kita temukan dalam gerakan massa dan dalam proses dinamika gerakan massa itu sendiri.

Sumber : Handout Psi.Kelompok Klara Innata Arishanti, S.Psi

Jenis Gerakan Massa


Menurut Danzigers Gerakan massa itu terdiri dari 3 jenis, yaitu : Gerakan Massa Progresif, Gerakan massa Status Quo, dan Gerakan massa Reaksioner.
Berikut ini penjelasan dari masing-masing jenis gerakan massa yang ada :

1.      Gerakan Massa Progresif

Pada Gerakan Massa Progressif,didalamnya terdapat perombakan terhadap norma yang lama atau yang sudah lebih dulu ada yang kemudian akan dibentuk menjadi  norma yang baru atau dengan kata lain memperbaharui norma yang ada.

2.      Gerakan Massa Status Quo

Berbanding terbalik dengan Gerakan Massa Progressif, Pada Ferakan Massa Status Quo justru lebih mempertahankan norma lama dibandingkan dengan membuat norma baru atau memperbaharui norma ada. Jadi Gerakan massa Status Quo lebih bersifat konservatif.

3.      Gerakan Massa Reaksioner

Berbeda juga dengan Gerakan Massa Progressif dan Status Quo, Gerakan Massa Reaksioner lebih bersifat lunak atau fleksibel, tidak terlalu adanya ketegasan, yang digarisbawahi adalah tidak terganggunya golongan yang ada atau tidak meruginya golongan. Dan anggota didalamnya bersikap untung-untungan.



Sumber : Handout Psi.Kelompok Klara Innata Arishanti, S.Psi