Selasa, 26 Oktober 2010

Penyebab Konflik terjadi


Adapun Penyebab konflik dalam tahapan perkembangan konflik didalam kelompok yaitu Resolusi,diantaranya :
1.   Interdepence
> tidak semua interdependence menyebabkan konflik, jika:
a. ada kerjasama antar anggota dalam interdepence shg konflik ↓, maksudnya ketika dalam setiap anggota didalam kelompok itu memiliki kerjasama maka cenderung akan menurunkan konflik yang ada.
b. ada kompetisi antar anggota dalam interdepence shg konflik ↑,Berbanding terbalik, jika diantara anggota kelompok itu saling berkompetisi, maka situasi akan semakin memanas dan cenderung akan meningkatkan konflik yang ada. Menurut
Deutch (1949):
·         pure cooperation promotive interdependence : dengan menolong
·         pure competition contrient interdependence : anggota bisa meraih tujuannya hanya jika anggota lain gagal memilihnya.
2.   Influence strategies
> Stategi Untuk mempengaruhi orang lain, seperti Ancaman, Hukuman dan TReinforcement juga akan meningkatkan konflik yang ada.
3. Misunderstanding dan misperception
> Kadang ketika adanya konflik sering terjadinya kesalahpahaman-kesalahpahaman yang akan membuat konflik yang telah ada menjadi semakin memburuk didalamnya.


Sumber : Handout Psi.Kelompok Klara Innata Arishanti, S.Psi

Tahapan Perkembangan Konflik

Setelah adanya Forming, dalam Proses dasar dalam kelompok ada juga yang disebut Storming. Storming Merupakan tahapan dimana Munculnya disagreement atau pertengkaran dan friksi diantara anggota kelompok yang melibatkan kata-kata, emosi dan tindakan. Hal ini sering terjadi dan wajar adanya karena didalam sebuah kelompok itu terdapat berbagai macam individu yang berlainan satu dan lainnya sehingga kerap timbul pertengkaran atau ketidak sepahaman dalam pemikiran setiap anggotanya.

Adapun tahap-tahap perkembangan konflik itu sendiri, yaitu :
1.   Disagreement
> perlu segera diindentifikasi disagreementnya:
apakah benar-benar ada atau sekedar kesalahpahaman
apakah perlu segera ditangani atau terselesaikan sendiri
jika benar-benar ada dan menyangkut beberapa faktor situasional minor
2.   Confrontation
> Adanya pertentangan dua orang atau lebih yang disebut verbal attack.
> diakhir tahap ini, tingkat koalisi (sub kelompok dalam kelompok) dimana anggota kelompok menjadi terpolarisasi (membentuk blok-blok). Atau gampangnya munculnya kelompok didalam kelompok.
3.   Escalation
> pada tahap ini, anggota kelompok menjadi semakin kasar, suka memaksa, mengancam, sampai pada kekerasan fisik timbul mosi tidak percaya (distrust), frustasi dan negatif reciprocity.
4.   Deescalation
> berkurang atau menurunnya konflik
> anggota mulai sadar waktu dan energi yang terbuang sia-sia dengan berdebat.
sues : negosiasi berhasil, kedua pihak merasa puas (win
win solution)
b. Membangun kepercayaan : dengan mengkomunikasikan keinginan
individu secara hati-hati dan harus konsisten antara apa yang diomongkan
dengan perilaku aktualnya
5.   Conflict Resolution
> tiap konflik sampai pada tahap ini, meskipun tidak semua pihak puas akan hasilnya. Belum adanya penyelesaian yang membuat setiap individu dalam kelompok puas.

Sumber : Handout Psi.Kelompok Klara Innata Arishanti, S.Psi

Forming dalam Pandangan Pertukaran Sosial

Dalam tulisan ini saya akan membahas sedikit tentang Forming Menurut Pandangan Pertukaran Sosial.
Dalam Pandangan Pertukaran Sosial terdapat Model ketertarikan kelompok, dengan mempertimbangkan :
1.      reward
semacam hadiah yang diperoleh apabila kita berhasil mencapai sesuatu yang baik atau mencapai sesuatu yang butuh pengorbanan dan perjuangan.
2.      cost
Cost yang berarti biaya yang harus kita keluarkan.
minimax principle (berusaha untuk mendapatkan reward yang sebesar-besarnya dan mengurangi cost yang sekecil-kecilnya).

Jadi, Forming menurut Pandangan Pertukaran Sosial itu memperhatikan model ketertarikan yang kaitannya dengan kelompok yang akan mempertimbangkan Reward an Cost yaitu hadiah dan biaya. Reward apa yang didapatkan ketika kita masuk kedalam kelompok dan biaya apa saja yang harus kita keluarkan ketika kita berada didalam suatu kelompok.


Sumber : Handout Psi.Kelompok Klara Innata Arishanti, S.Psi

Forming dalam Pandangan Pembandingan Sosial

Leon Festinger, tokoh yang sering kita dengar dengan teori Pembandingan Sosial ini juga mempunyai pandangan tersendiri tentang Forming dalam proses dasar kelompok.
Jadi, tulisan kali ini akan mengungkap Forming dalam Pandangan Proses Pembandingan Sosial :
Menurut Leon Festinger (1950, 1954) Forming merupakan orang membutuhkan orang lain karena mereka membutuhkan informasi tentang diri mereka dan lingkungan mereka dan kebutuhan akan informasi. Ini hanya dapat dipenuhi dari orang lain. Individu membandingkan diri mereka dengan orang lain tentang keyakinan, opini dan sikap mereka apakah benar, valid, sesuai.
Maksudnya adalah dari setiap individu yang berada dalam sebuah kelompok masuk kedalamnya dikarenakan mereka ingin lbih mengetahui tentang diri mereka sendiri, baik secara individu atau kelompok dalam kaitan dengan lingkungannya yang hanya bisa dipenuhi oleh orang lain. Dan mereka kerap membandingkan diri mereka sendiri dengan orang lain. Mengapa demikian? Biasanya terjadi karena individu tersebut ingin mengetahui apakah sebenarnya yang mereka lakukan itu sudah benar atau tidak atau dalam bahasa keilmuannya sudah valid atau sesuai dengan kelompoknya. Dengan kata lain mereka meninjau diri mereka sendiri dari orang lain disekitarnya.

Sumber : Handout Psi.Kelompok Klara Innata Arishanti, S.Psi

Forming dalam Pandangan Sosiobiologi

Tulisan kali ini akan oba membahas sedikit tentang Forming dalam Pandangan Sosiobologi. Sosiobiologi tersendiri terdiri dari 2 disiplin ilmu yaitu:
Sosiologi adalah pengetahuan atau ilmu tentang sifat masyarakat, perilaku masyarakat, dan perkembangan masyarakat. Dan Biologi adalah ilmu yang mempelajari tentang mahluk hidup baik itu hewan ataupun tumbuhan.
Jadi, Sosiobiologi adalah dekripsi gejala sosial yang dianalisis secara dari sisi ilmu biologi yang mempelajari mahluk hidup.
Nahhh, sekarang masuk kepada inti yang akan kita bahas yaitu proses Forming dalam Pandangan Sosiobiologi :
·         Menurut pandangan Sosiobiologi , orang bergabung dengan kelompok untuk memuaskan keinginan yang kuat untuk berafiliasi secara biologis.
·         Didasarkan teori evolusi dari Charles Darwin : bergabung dengan anggota lain dari satu spesies merupakan ekspresi strategi yang stabil secara evolusioner dan kultural dari individu yang dapat meningkatkan rata-rata kesuksesan reproduksi.
Menurut Pandangan Sosiobiologi Forming merupakan tahapan awal dimana individu yang memasuki sebuah kelompok mengangap bahwa dengan memasuki kelompok mereka akan mengembangkan ekspresi yang sudah mereka miliki sebelumnya dan dengan terjalinnya hubungan tiap anggota dalam kelompok juga akan meningkatkan kesuksesan reproduksi dari setiap individu yang ada didalam kelompok tersebut.


Sumber : Handout Psi.Kelompok Klara Innata Arishanti, S.Psi

Forming menurut Freud

Salah satu tahapan proses dasar dalam kelompok adalah Forming, tahapan dalam proses yang pertama ini menjelaskan tentang Seseorang yang bergabung didalam kelompok itu biasanya  yang didasari oleh kepuasan yang diperoleh atas kebutuhanyya, baik itu kebutuhan biologis ataupun kebutuhan psikologisnya.

Adapun penjelasan Forming menurut Freud, yaitu :
orang bergabung dalam kelompok karena keanggotaan dapat memuaskan kebutuhan dasar biologis dan psikologis tertentu

Freud juga mengungkapkan, Ada 2 proses pembentukan kelompok, yaitu:
1. Identifikasi
energi emosi individu (libido) diarahkan ke dirinya dan orang lain. Individu menjadikan orang lain (orang tua) sebagai model egonya atau yang biasa disebut  EGO IDEAL. Penerimaan orang tua sebagai objek kasih sayang anak akan membentuk ikatan yang kuat yaitu kepuasan melalui sense of belonging, kesalingtergantungan, perlindungan terhadap ancaman luar dan meningkatkan self development.
2. Transferen
bagaimana pembentukan kelompok pada masa awal kehidupan individu mempengaruhi perilaku kelompok selanjutnya. Individu melihat pemimpin kelompok sebagai figur otoritas sebagaimana individu. Jadi lebih menekankan kepada kepeminpinan dalam kelompok dan peran perilaku pada kelompok yang sebelumnya sudah ada.




Sumber : Handout Psi.Kelompok Klara Innata Arishanti, S.Psi

Forming, Storming, Norming, Performing

Proses dasar dalam kelompok terdiri dari 4 tahapan, yaitu :

·         Forming
Seseorang yang bergabung didalam kelompok biasanya  yang didasari oleh kepuasan yang diperoleh atas kebutuhanyya, baik itu kebutuhan biologis ataupun kebutuhan psikologisnya.
·         Storming
Pada tahapan ini ditemukan berbagai masalah atau keperbedaan pendapat karena pada tahap storming tiap-tiap anggota kelompok dibebaskan untuk mengemukakan unek-enek ataupun kritikan terhadap siapapun diantara anggota kelompoklainnya.
·         Norming
Pada tahapan ini, anggota kelompok sudah bisa menempatkan dirinya pada kelompok tersebut karena pada tahap ini sudah dapat menempatkan diri dan menjalin hubungan baik antar anngota kelompoknya.
·         Performing
Pada tahapan Performing, setiap individu saling mempengaruhi satu sama lain bahkan kerap terjadi peningkatan kinerja individu antar anggota kelompoknya.



Sumber : Handout Psi.Kelompok Klara Innata Arishanti, S.Psi