Selasa, 02 November 2010

Tugas Peran dan Tugas Sosioemosional


Didalam Tahap Norming, ada yang disebut Peran atau Role. Peran tersebut dibagi kedalam beberapa tipe. Tetapi pada umumnya Peran dalam tahapan Norming itu dibagi kedalam Task Roles dan Socioemotional Roles. Berikut ini sekilas penjelasan tentang 2 macam Peran tersebut :

1.      Task roles tugas
Task Roles jika diartikan adalah Peran tugas maksudnya bentuk dari perilaku yang diharapkan dari seesorang pada situasi dalam tugas kita pada suatu kelompok. Misalnya saja, Peran ketua kelompok itu sangatlah penting, selain sebagai penggerak, dia juga bertanggung jawab atas apa saja yang akan dilakukan bahkan yang terjadi didalam sebuah kelompoknya. Beda lagi dengan Peran Tugas yang diemban oleh anggota kelompok lain yang ada didala kelompok, tergantung dari peran apa yang dia dapat dan tugas apa yang seharusnya dikerjakan oleh perannya itu sendiri.

2.      Socioemotional roles sosioemosi
Peran sosioemosional, didalamnya terdapat perilaku memulai dan menerima.
Maksudnya memulai dari diri sendiri untuk menjalankan peran individu dalam kelompok dan menerima peran yang sudah ada dan kenjalankannya. Lebih kepada emosional setiap individu didalam kelompok. Peran peran sosioemosional ini juga efektif untuk mempercepat hubungan antarpribadi yang positif tentunya.


Sumber : Handout Psi.Kelompok Klara Innata Arishanti, S.Psi

Tahap Norming

Pada tulisan kali ini saya akan menjelaskan tentang tahapan dalam Norming yang sudah saya bahas sedikit pada tulisan sebelumnya. Tahapan tersebut terdiri dari Peran, Norma dan hubungan antar anggota. Berikut penjelasannya :

1.   Peran (role)
Tahapan ini merupakan tahapan yang pertama dalam Norming, Peran (role) merupakan perilaku yang biasanya ditampilkan orang sebagai anggota kelompok yang menyediakan basis harapan berkaitan dengan perilaku orang dalam posisi yang bervariasi dalam kelompok. Jadi, didalam kelompok pastilah memiliki berbagai macam sifat yang ada, sedangkan didalam kelompok itu sendiri harus bisa menempatka diri kita walaupun berasal dari latar belakang yang berbeda pula tentunya. Tapi kita diharapkan bisa memiliki peran yang sedang kita emban didalam kelompok. Misalnya : Seseorang yang menjadi leader pada kelompok A. Dia harus memiliki tanggung jawab sesuai perannya sebagai leader dalam kelompok tersebut. Begitu juga setiap anggota dalam kelompok tersebut.

2.   Norma (norm)
Tahapan yang kedua yaitu Norma (norm) merupakan aturan-aturan yang menggambarkan tindakan-tindakan yang seharusnya diambil oleh anggota kelompok. Didalam sebuah kelompok pastilah memiliki aturan-aturan tersendiri atau yang biasa disebut dengan norma-norma yang ada didalam kelompok. Mengapa ada Norma didalam Sebuah kelompok? Sama seperti Norma-Norma pada umumnya, Norma didalam kelompokpun dibuat untuk di taati. Supaya menjadi Jembatan menuju tujuan yang ada didalam kelompok tersebut. Misalnya : Kelompok pecinta alam,dalam kelompok tersebut mempunyai tujuan melestarikan alam dan terutama lingkungan disekelilingnya. Ada Norma atau Aturan didalamnya bahwa setiap anggotanya tidak boleh membuang sampah sembarangan, Apabila ada anggotanyayang melanggar maka akan dikenakan sangsi.

3.   Hubungan antar anggota
Setelah adanya tahapan Peran dan juga norma, adapula tahap yang memiliki andil didalam Norming, yaitu Hubungan antar anggota. Biasanya dalam tahapan ini merupakan tahap yang penting, yang bisa mempererat hubungan antar setiap anggota kelompok.

Sumber : Handout Psi.Kelompok Klara Innata Arishanti, S.Psi

NORMING



Salah satu tahapan proses dasar dalam kelompok selain Forming dan Storming adalah Norming, tahapan dalam proses  ini menjelaskan tentang Bagaimana Proses pembentukan Struktur didalam kelompok. Dengan Kesepakatan dan consensus atau perpaduan berbagai pikiran, pengetahuan, informasi, pendapat, dan pengalaman yang berbeda dari berbagai pihak, yang disepakati seluruh anggota kelompok yang menghasilkan kesimpulan yang lebih utuh dan lebih lengkap yang banyak sekali dilakukan dalam kelompok ini akan merespon dengan baik segala fasilitasi yang dilakukan pemimpinnya. Komitmen dan persatuan sangat kuat. Team ini juga sangat menyenangkan. Pola kepemimpinannya memfasilitasi dan tanggap akan situasi. Dalam Norming juga ada masing-masing tahapannya, yaitu :
1.      Peran (role)

2.      Norma (norm)

3.      Hubungan antar anggota (relationship between members)

Sumber : Handout Psi.Kelompok Klara Innata Arishanti, S.Psi

Selasa, 26 Oktober 2010

Konflik menurut Stoner dan Freeman


Storming merupakan Konflik yang terjadi didalam sebuah Kelompok. Sebetulnya apa definisi dari konflik itu sendiri?
Menurut Stoner dan Freeman(1989:392) membagi pandangan Konflik itu sendiri menjadi dua bagian, yaitu pandangan tradisional (Old view) dan pandangan modern (Current View):
1.   Pandangan tradisional.
Pandangan tradisional menganggap bahwa konflik dapat dihindari. Hal ini disebabkan konflik dapat mengacaukan organisasi dan mencegah pencapaian tujuan yang optimal. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan yang optimal, konflik harus dihilangkan. Konflik biasanya disebabkan oleh kesalahan pemimpin dalam sebuah kelompok atau organisasi dalam merancang dan memimpin organisasi. Dikarenakan kesalahan ini, seorang pemimpin sebagai pihak yang  bertugas meminimalisasikan konflik. Maksudnya tugas pemimpinlah yang mempunyai wewenang untuk mencegah  terjadinya konflik disebuah kelompok.
2.   Pandangan modern.
Konflik tidak dapat dihindari. Hal ini disebabkan banyak faktor, antara lain struktur organisasi, perbedaan tujuan, persepsi, nilai – nilai, dan sebagainya. Konflik dapat mengurangi kinerja organisasi dalam berbagai tingkatan. Jika terjadi konflik, pemimpin sebagai pihak yang bertugas mengelola konflik sehingga tercipta kinerja yang optimal untuk mencapai tujuan bersama.Jadi, Pemimpin mempunyai wewenang untuk menengahi apabila adanya konflik yang terjadi dalam kelompok.




Mekanisme Pengolahan Konflik


Setelah Konflik terjadi perlu adanya penanganan tersendiri yang bisa membuat konflik menurun dan bahkan menghilangkan konflik itu sendiri, adanya Mekanisme pengolahan konflik, terdapat 2 mekanisme didalamnya, yaitu mekanisme Negosiasi dan Mekanisme Membangun kepercayaan, dan berikut penjabarannya :

1.   Negosiasi
Apa itu negosiasi? Negosiasi bisa diartikan sebagai suatu perjanjian sebelum kata sepakat diucapkan. Secara interpersonal sengan asumsi bahwa tiap orang akan mendapatkan keuntungan dengan adanya situasi. Tapi itu semua tergantung dari situasi yang seperti apa?.Ada 2 issue yang berkaitan dengan Keberhasilan Negosiasi :
·         distributive issues : negosiasi berhasil, satu pihak puas, pihak yang lain mengikuti karena pihak yang lain itu memiliki power
·         integrative issues : negosiasi berhasil, kedua pihak merasa puas (win solution).

2.   Membangun kepercayaan
Kpercayaan itu memang sulit untuk dibangun kepada orang-orang yang baru kita kenal. Tapialangkah baiknya jjika kta sebagai mahluk social yang hidup saling berinteraksi menjalin ssebuah kepercayaan antar setiap individunya, dengan mengkomunikasikan keinginan individu secara hati-hati dan harus konsisten antara apa yang diomongkan dengan perilaku actual tentunya. Apabila sudah terjalin sebuah Kepercayaan kemungkinan besar konflik itu juga bisa tercegah, tentunya dengan memegang kepercayaan itu dengan baik.

Sumber : Handout Psi.Kelompok Klara Innata Arishanti, S.Psi