Kamis, 11 November 2010

faktor penyebab Deindividuasi

Deindividuasi disebabkan oleh beberapa factor, yaitu diantaranya :
·         Rendahnya Identiafibilitas seseorang
·         Rasa keanggotaan dalam kelompok
Rasa kenaggotaan kelompok  menjadi factor yang menyebabkan terjadinya Deindividuasi, ini dikarenakan Rasa kenaggotaanyang kurang didalamnya.
·         Ukuran kelompok
Ukuran kelompok disini dimaksudkan semakinbesar ukuran dari sebuah kelompok tertentu makan akan semakin besar kemungkinan terjadinya deindividuasi didalamnya.
·         Kebangkitan Personil
Setiap individu didalam kelompok harus mempunyai ikatan yang sama kuat antara yang satu dan yang lainnya. Karena merupakan fondasi yag penting untuk Kebangkitan antar anggotanya yang akan semakin menjauhkan kelompok tersebut dari terjadinya Deindviduasi.

           
Sumber : Handout Psi.Kelompok Klara Innata Arishanti, S.Psi


akibat yang ditimbulkan dari Deindividuasi

Deindividuasi yaitu : Melonggarnya hambatan Normal terhadap perilaku jika orang-orang tidak dapat diidentifikasikan. Adapun Hal-hal yang sangat mungkin diakibatkan dari Deindividuasi:
·         Deindividuasi dapat mengakibatkan perilaku yang impulsive dan menyimpang
·         perilaku agresifnyapun tidak terkendali yang sangat mungkin menyebabkan adanya anarkis atau mampu menyakiti orang lain walaupun tidak selalu terjadi hal seperti itu.
·         Rasa tanggung jawab yang berkurang.
·         Perilaku yang terus menerus dipengaruhi oleh nilai-nilai / value.
·         Konformitas atau perubahan perilaku akibat pengaruh dari orang lain juga semakin tinggi
·         Kepatuhan terhadap norma kelompok menjadi sangat kuat dan mengabaikan norma yang ada.

Kelompok dan Agregat


Sebuah kelompok sosial adalah kumpulan orang-orang yang berinteraksi dengan setiap individu yang sama karakteristik dan lainnya dengan suatu rasa persatuan. Sebuah kategori social adalah  Kumpulan dari beberapa individu yang mempunyai karakteristik yang sama. Sebuah kategori social bisa dimisalkan dengan perempuan dan laki-laki yang berada didalam suatu kelompok sekolah di SMA. Sebuah kategori social bisa digolongkan sebagai kelompok social apabila adanya interaksi antara anggota dalam kategori social dan pengidentifikasian diri anggota kategori social.
Sedangkan Agregat social merupakan istilah umum adalah sekelompok orang. Jadi, Agregat bisa juga disimpulkan sebagai Kumpulan orang yang tidak saling memengaruhi, tidak berinteraksi, meskipun berada disuatu tempat yang sama. Misalnya pada Supporter Bola.
           
Sumber :

Teori Perilaku Kolektif


Kolektif menjelaskan tentang kumpulan individu yang lebih daripada sekedar agregrat, tapi juga bukan kelompok yang sebenarnya.
Kolektif dibagi kedalam 2 tipe, yaitu : Social Agregrat = collective outburst (riots, mobs, dsb), dan Collective Movement = organisasi politik, kampanye nasional, dsb.
Teori perilaku kognitif itu sendiri dibagi kedalam beberapa teori lagi, yaitu : Teori Convergen, Teori Contangion atau yang biasa disebut teori penularan dan Teori Emergent Norm atau teori Perkemangan Norma.
Teori Convergen mengemukakan bahwa agregat mewakili dengan berbagai kebutuhan,keinginan dan emosi yang memancing perilaku yang spontan dan yang sudah terkontrol sebelumnya.
Teori Contangion atau yang biasa disebut teori penularan menjelaskan bahwa emosi dan perilaku itu dapat ditukar dari satu individu ke individu lainnya.
Teori Emergent Norm atau teori Perkembangan Norma menjelaskan tentang teori penggabungan konvergen.

           
Sumber : Handout Psi.Kelompok Klara Innata Arishanti, S.Psi


Selasa, 09 November 2010

Deindividuasi

Deindividuasi merupakan hal yang sering sekali terjadi didalam suatu kelompok. Untuk lebih mengetahui apa makna sebenarnya tentang deindividuasi, saya akan mencoba sedikit menjelaskannya.
Deindividuasi adalah suatu proses hilangnya kesadaran individu karena melebur di dalam kelompok atau bisa dikatakan sebagai pikiran kolektif. Jadi, bisa juga diartikan sebagai pemikiran kolektif yang terjadi didalam suatu kelompok tertentu.
Dari segi perspektif, Deindividuasi bisa dilihat dari 2 teori, yaitu : Teori Perilaku Kolektif dan teori Deindividuasi.
Teori Perilaku Kolektif menjelaskan tentang kumpulan individu yang lebih daripada sekedar agregrat, tapi juga bukan kelompok sebenarnya. Sedangkan Teori Deindividuasi menjelaskan tentang proses deindividuasi tersebut dengan penyebab ukuran kelompok, rasa keanggotaan kelompok, kebangkitan personil dan Rendahnya identiafibilitas seseorang.

Sumber : Handout Psi.Kelompok Klara Innata Arishanti, S.Psi


Selasa, 02 November 2010

Tipologi Tugas menurut Steiner

Dibawah ini ada 9 Tipologi Tugas menurut Steiner :

1.   Divisible
subtugas yang tidak hanya dikerjakan oleh satu orang, melainkan dibagi-bagi ke beberapa orang.
2.   Unitary >< divisible
Bertolak belakang dengan Divisible, didalam Unitary satu tugas hanya dipegang atau dikerjakan hanya oleh satu orang.
3.   Maximazing
Pengutamaan terhadap produk dan kualitas yang maksimal.
4.   Optimazing
Pengutamaan terhadap Kinerja atau kualitas yang Optimum.
5.   Additive
adanya penambahan input individual untuk menghasilkan produk kelompok
6.   Compensatory
rata-rata penilaian individu untuk menghasilkan produk kelompok
7.   Disjunctive
kelompok harus mempunyai satu jawaban spesifik terhadap tipe
masalah ya atau tidak
8.   Conjuctive
semua anggota harus melakukan tindakan yang spesifik sebelum
tugas selesai dengan sempurna
9.   Discretionary
jika anggota bebas memilih, metode mana yang disukainya
kombinasikan input individualnya.

Sumber : Handout Psi.Kelompok Klara Innata Arishanti, S.Psi


penyebab terjadinya Fasilitas sosial


Fasilitas social yang diungkapkan oleh Norman Triplett pada tahun 1897, memiliki beberapa Penyebab terjadinya fasilitasi social, yaitu :
1.   adanya dorongan
Dorongan adalah Sekumpulan energy yang mampu membuat seseorang melakukan sesuatu. Fasilitas social disebabkan oleh adanya dorongan. Karena Sebelum kehadiran orang lain mampu meningkatkan kinerja seseorang, Orang itu hendaknya mempunyai Energy energy tersendiri untuk meningkatkan kinerjanya sendiri atau yang biasa kita sebut dengan niat.
2.   kekhawatiran akan penilaian (evaluasi) orang lain
Selain Dorongan, kekhawatiran juga menjadi penyebab terjadinya Fasilitas social. Biasanya karena khawatir akan omongan atau cibiran orang lain,kita sebagai mahluk social yang selalu bersaing antara individu satu dan individu lainnya mengharapkan segala sesuatunya hamper sempurna bahkan sempurna. Oleh karena itu Kekhawatiran akan penilaian orang lain menjadi factor penyebab timbulnya Fasilitas social.
3.   distraksi
Distraksi adalah suatu perhatian yang terpecah ke beberapa pokok perhatian lain. Perhatian yang terpecah atau distraksi membuat peningkatan tersendiri pada fasilitas social.

Sumber : Handout Psi.Kelompok Klara Innata Arishanti, S.Psi